Selasa, 02 September 2008
Today is my birthday too
How High Can You Jump ?
Senin, 25 Agustus 2008
Building Your Self Esteem
Semua orang sukses mempunyai suatu ciri yang universal, yaitu mereka semuanya memiliki self-esteem yang tinggi. Self-esteem dapat diartikan sebagai suatu perasaan dimana seseorang merasa dirinya berharga dan merasa bangga terhadap dirinya. Seorang yang memiliki self-esteem yang rendah akan memiliki harapan yang rendah pula terhadap pencapaian suksesnya, sedangkan seorang yang memiliki self-esteem yang tinggi tentu akan memiliki harapan yang tinggi pula terhadap pencapaian suksesnya
Self-esteem seseorang akan sangat dipengaruhi oleh kehidupannya pada masa-masa kanak-kanak. Anak-anak dapat dengan mudah mengasosiasikan dirinya dengan apa yang sering diucapkan oleh orang tua kepada mereka. Jika orang tua sering memberikan pujia dan kata-kata yang posistif, sang anak akan tumbuh menjadi orang yang punya rasa percaya diri (self confident) yang tinggi. Namun jika orang tua sering mengejek dan menjatuhkan mental, alhasil anaknya akan menjadi seorang yang memiliki rasa percaya diri yang rendah. Seorang dewasa berbeda dengan anak kecil, karena ia mampu memilih, menolak dan menciptakan rasa percaya diri yang ia kehendaki.Tepat sekali yang dkatakan Eleanor Roosevelt,”No one can make your feel inferior without your permission.”(Tidak ada seorangpun yang mampu membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda).
Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda terapkan untuk menciptakan rasa percaya diri yang Anda dambakan.
Langkah #1 : Berhentilah untuk terus membandingkan diri Anda dengan orang lain.
Dalam hidup ini Anda akan menemukan kenyataan bahwa ada orang yang lebih baik dari Anda dan ada juga yang lebih buruk dari Anda. Jika Anda terus membandingkan dengan setiap orang, maka Anda akan bertemu dengan orang-orang yang belum mampu Anda tandingi.Hal ini akan menyebabkan Anda membenci diri sendiri, iri hati, merasa gagal dan rendah diri. Berusahalah untuk memberikan yang terbaik yang Anda miliki. Do Your best. Ingatlah bahwa setiap orang adalah manusia ciptaan Tuhan yang unik dan mempunyai jalan tersendiri untuk mencapai kesuksesannya. Kesuksesan hakiki bukan ketika kita berhasil mengalahkan prestasi orang lain, tetapi ketika kita berhasil mengalahkan diri kita dan mencapai prestasi yang memang semestinya kita capai sesuai kapabilitas kita.
Langkah #2 : Jangan menjelek-jelekan diri Anda.
Anda tidak akan memiliki self-esteem yang tinggi jika Anda terus menjelek-jelekan diri Anda dengan kalimat yang menjatuhakn seperti ini,”Saya tidak akan sukses” atau ”Setiap hal yang saya lakukan pasti gagal.” Kalimat-kalimat ini hanyalah memperkuat perasaan negatif dan tentu akan menurunkan self-esteem Anda.
Langkah #3 : Jangan menolak pujian.
Pernahkah Anda menerima pujian dan Anda mengatakan,”Oh, itu adalah hal yang biasa, semua orang juga akan melakukan hal yang sama”. Ketika Anda menolak pujian, Anda akan memberikan pesan kepada diri Anda, bahwa apa yang Anda lakukan tidak berharga. Jadi mulai sekarang, jika ada yang memuji Anda, terimalah pujian tulus itu dengan mengucapkan,”Terima kasih.”
Langkah #4 : Berkawanlah dengan mereka yang positif.
Jika Anda membiarkan diri Anda dikelilingi orang-orang negatif yang sering menghambat pencapaian sukses Anda, rasa percaya diri Anda akan turun. Jadi berhati-hatilah dalam memilih orang-orang di sekeliling Anda. Pilihlah mereka yanag dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda.
Langkah #5 : Tentukanlah arah hidup Anda sendiri.
Jalankan hidup Anda seperti apa yang Anda inginkan, jangan biarkan hisup Anda didikte oleh orang lain. Ambillah tanggung jawab untuk menentukan arah hidup Anda. Jika Anda mengikuti kata hati Anda, rasa percaya diri Anda pasti akan bertumbuh.
Langkah #6 : Ambillah tindakan.
Anda tidak akan memiliki self-esteen yang tinggi jika Anda hanya menjadi penonton di pinggir lapangan dan menghindar dari setiap tantangan yang diberikan hidup ini kepada Anda. Ambillah tindakan, apapun hasilnya Anda akan merasa bangga terhadap diri Anda. Jika Anda gagal untuk maju ke depan karena takut akan kegagalan, anda akan merasa frustrasi dan tidak senang dan hal ini akan menurunkan rasa percaya diri Anda. Hadapilah ketakutan Anda dengan mengambil suatu tindakan mulai hari ini.
Darmadi Darmawangsa
The Master of Motivation
& Imam Munadhi
Managing Partner of The PowerInside
The Power of Subconcious Mind
Tersebutkan kisah seorang pria pekerja tambak udang. Pada suatu hari ia masuk ke dalam sebuah cold storage (ruangan pendingin udang kapasitas besar) untuk melakukan tugas rutin sehari-harinya. Tiba-tiba pintu ruangan tersebut tertutup seketika dan pria pekerja tadi terkunci di dalamnya. Ia mencoba berteriak sekuat tenaga untuk meminta bantuan orang di luar, tetapi sayang hari mulai gelap dan tidak seorangpun bekerja di luar. Ia mencoba mendobrak pintu ruangan, tetapi tidak bisa. Akhirnya ia pasrah dan duduk terdiam seorang diri di dalam cold storage tersebut. Sambil duduk ia merasakan ruangannya semakin dingin.
Breaking The Limit
Merupakan suatu keyakinan umum selama hampir beratus-ratus tahun bahwa mustahil seseorang dapat berlari sepanjang satu mi (1 mil = 1,6 km) dalam waktu kurang dari empat menit. Pelatih tim Olimpiade Atletik Inggris pada tahun 1903 pernah mengatakan,”Rekor lari satu mil adalah empat menit 12,75 detik. Rekor ini tidak mungkin lagi terpecahkan.”
What is Your Focus ?
Tersebutlah sebuah kisah tentang seorang ibu dan anaknya yang baru berusia 7 tahun yang memiliki kegemaran menyantap ikan bandeng goreng. Seperti Anda tahu, ikan bandeng adalah ikan lezat yang memiliki banyak sekali tulang-tulang halus, dan hal ini sangat berbahaya bagi anak kecil. Setelah sang ibu memisahkan daging dari tulang-tulang ikan, barulah ia memberikannya kepada sang anak.
The Enthusiastic Salesman
Suatu perusahaan pakaian dalam wanita (bra) mengutus seorang salesmannya ke sebuah pulau yang didiami oleh suku primitif yang terkenal sebagai suku kanibal. Betapa kagetnya ia melihat sebagian besar penduduk wanitanya tidak memakai bra. Tanpa berpikir panjang, ia langsung angkat kaki dari pulau tersebut. Kemudian melapor kepada bossnya.
Salesman 1 :” Boss, tidak ada peluang bisnis di sana. Seluruh penduduk wanita tidak ada yang menggunakan bra. Tidak ada gunanya menjual bra di sana karena pasti tidak akan ada pembelinya”.
Boss :”Oh ya...? (dengan raut wajah penuh kecewa dan kesal) Jadi sekarang bagaimana ? Apakah ada ide untuk mengatasi masalah ini ?”
(Mendengar kekesalan bossnya, salesman kedua angkat bicara).
Salesman 2 :”Bos, bagaimana jika anda memberikan kesempatan kepada saya untuk sekali lagi datang ke pulau tersebut dan melihat keadaan yang sebenarnya.”.
(Setelah berpikir agak lama, sang Boss akhirnya mengizinkan salesman kedua untuk berangkat. Hari demi hari berlalu dan sang Boss tidak mendengar sedikit kabarpun dari salesman tersebut. Ia mulai khawatir, jangan-jangan sang salesman telah disantap oleh suku primitif dalam suatu pesta barbeque. Setelah dua minggu berlalu, sang Boss tiba-tiba menerima telapon dari salesman yang dia utus. Dengan nada suara penuh antusias sang salesman berteriak...
Salesman 2 :”Bos, Bos, marketnya luar biasa...Bos”.
Boss :”Bagaimana bisa ?” (teriakan sang Bos tidak kalah antusias)
Salesman 2:”Gila Bos..., di sini seluruh wanitanya tidak ada yang pakai BH....Saya yakin, jika kita jual BH di sini pasti akan laku keras”.
Boss :’Oke, kalau begitu saya akan langsung kirim dua kontainer kesana.
Salesman 2:”Namun, masih ada satu lagi permintaan saya Bos...”.
Boss :”No problem, apa saja yang kamu minta akan saya berikan...?”
(Denga nada yang tidak kalah semangatnya sang salesman berkata...)
Salesman 2:”Saya minta cuti satu minggu lagi, Bos”.
Boss :”Kamu mau ngapain di sana?”
Salesman :”Saya ingin ”cuci-cuci” mata Bos...”
(Sambil tersenyum dan geleng kepala sang Bos menutup teleponnya.
Cara pandang kedua salesman sungguh sangat berbeda. Setiap kejadian dalam hidup ini dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda; cara pandang positif dan cara pandang negatif. Dengan sikap cara pandang positif, kita akan mendapatkan hasil yang positif pula. Sikap dan cara pandang positif ini mengarahkan kita pada pola hidup optimis dan jauh dari sikap pesimis. Jika hati dan jiwa sudah penuh dengan sikap optimis, pikiran (thought) dan perasaan (feeling) kita akan selalu mengarah pada tindakan (action) yang positif pula. Demikian sebaliknya, jika pola hidup pesimis sudah mengakar dalam hidup, kita akan memandang segala sesuatu dengan pesimis.
Jumat, 22 Agustus 2008
Penganggur terdidik 4,5 juta
Sedikitnya 30 Persen Lowongan dalam Bursa Kerja Tidak Terisi
Jumat, 22 Agustus 2008 00:14 WIB
Jakarta, Kompas - Sebanyak 4.516.100 dari 9.427.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka Februari 2008 adalah lulusan SMA, SMK, program diploma, dan universitas. Rendahnya daya adaptasi lulusan sekolah formal memenuhi tuntutan pasar kerja kian menjadi persoalan mengatasi pengangguran.
Ironisnya, kondisi ini berlangsung saat perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan tertinggi selama 10 tahun terakhir, yakni 6,3 persen. Pemerintah harus lebih fokus pada peningkatan kompetensi dan keahlian angkatan kerja untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja baru.
Demikian salah satu poin yang mencuat dari laporan Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008 Organisasi Buruh Internasional (ILO). Ekonom ILO Jakarta, Kee Beom Kim, Kamis (21/8) di Jakarta, mengatakan, sebanyak 50,3 persen penganggur tahun 2007 berpendidikan SMA dan lebih tinggi.
”Peningkatan kualitas pendidikan menjadi hal yang sangat penting bagi pemerintah untuk ke depan,” kata Kim.
Penganggur terdidik termasuk berusia muda, yakni 15-24 tahun, berjumlah 5.660.036 orang.
Pengangguran terbuka adalah angkatan kerja yang tidak bekerja. Meskipun jumlah penganggur terdidik meningkat, secara umum jumlah penganggur terbuka menurun dari sebelumnya 10.011.100 orang.
Peningkatan kompetensi
Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Sri Moertiningsih Adioetomo, mengatakan, pemerintah harus lebih fokus meningkatkan kompetensi dan keahlian para siswa SMA, sekolah menengah kejuruan (SMK), dan mahasiswa sejak mereka masih dididik.
”Pemerintah harus fokus pada pembinaan generasi muda yang bakal masuk ke pasar kerja sejak mereka masih sekolah. Mereka sangat berpotensi dan mampu menyerap berbagai hal yang bisa meningkatkan kompetensi dan keahliannya sesuai kebutuhan pasar kerja,” kata Moertiningsih.
Secara terpisah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengatakan, upaya pengurangan harus dimulai dari hulu, yaitu pembenahan sistem pendidikan. Tanpa peningkatan kompetensi sejak awal, laju pengangguran sulit dibendung.
Integrasi kebijakan
Menurut Erman, Depnakertrans, Departemen Pendidikan Nasional, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia sejak 13 Februari 2007 bekerja sama menyinkronkan pemahaman kebutuhan pasar kerja dengan dunia pendidikan. Kerja sama ini mencakup tiga hal, yakni pemahaman hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha, kebutuhan pasar kerja, serta pengenalan peraturan ketenagakerjaan.
”Minimnya kompetensi dan keahlian lulusan sekolah formal terlihat dalam bursa-bursa kerja yang semakin sering diselenggarakan sejak tahun 2006. Meskipun peminat setiap bursa membeludak, hampir 30 persen lowongan kerja yang tersedia tidak terisi karena pelamar tidak memenuhi kriteria pemberi kerja. Artinya, lapangan kerja tersedia, kompetensi peminat tak memenuhi persyaratan yang diminta,” kata Erman.
Depnakertrans juga telah menyelenggarakan program three in one, yakni pelatihan, sertifikasi, dan penempatan, sejak tahun 2007. Sebanyak 162 balai latihan kerja direvitalisasi sejak 2006 guna meningkatkan kompetensi dan keahlian calon tenaga kerja.
Lapangan kerja
Deputi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Neraca dan Analisis Statistik Slamet Sutomo mengingatkan, persoalan krusial dalam kemelut pengangguran adalah melemahnya kemampuan pertumbuhan ekonomi untuk menyediakan lapangan kerja formal. ”Tahun 2008, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi menambah 702.000 tenaga kerja. Tetapi, ada tren semakin besar yang masuk ke sektor informal. Padahal, yang dibutuhkan adalah penyerapan tenaga kerja pada sektor formal,” ujar Slamet.
BPS mengidentifikasi sekitar 70 persen pekerja berada di sektor informal. ”Jika asumsi itu dipakai pula pada penambahan tenaga kerja baru, artinya dari 702.000 tenaga kerja baru yang bertambah setiap 1 persen pertumbuhan, hanya sekitar 210.000 tenaga kerja yang masuk ke sektor formal,” katanya.
Sektor formal yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah industri pengolahan, sementara pekerjaan informal terutama disediakan oleh sektor pertanian, perdagangan, dan pengangkutan.
Menurut Slamet, hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi makin bertumpu pada sektor jasa. Padahal, sektor jasa, seperti komunikasi dan keuangan, kurang menyerap tenaga kerja. Sebaliknya, pertumbuhan sektor industri pengolahan yang paling banyak menyerap tenaga kerja makin lemah. (HAM/DAY)
Presiden: Indonesia Sudah Lepas dari Krisis
JAKARTA, JUMAT - Angka pendapatan per kapita Indonesia meningkat 64 persen dalam tiga tahun yakni 2004 mencapai 1.186 dollar AS lalu naik pada 2007 mencapai 1.946 dollar AS.
Selain itu Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2007 mencapai Rp 3957 triliun menjadi 20 negara dengan PDB terbesar di dunia. Dengan dua pencapaian itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, Indonesia telah lepas dari krisis, tetapi masih banyak tantangan yang dihadapi.
Hal itu disampaikan Presiden SBY dalam pidato Kebijakan Pembangunan Daerah di depan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah di Gedung Nusantara DPR MPR RI, Jakarta, Jumat (22/8).
Angka pendapatan per kapita yang meningkat tersebut, menurut Presiden, adalah capaian pendapatan per kapita yang lebih tinggi dari masa sebelum krisis ekonomi 1998.SBY juga mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan II 2008 ada 12 propinsi yang berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
"Beberapa propinsi dengan pertumbuhan ekonomi sangat tinggi 8,5 persen yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah. Prestasi ini layak kita berikan apresiasi dan semoga dapat dipertahankan," kata SBY yang mengenakan batik biru.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/22/12205291/presiden.indonesia.sudah.lepas.dari.krisis
Kamis, 21 Agustus 2008
Teluk Dalam, We are coming !

Layanan Speedy Broadband Access kini kembali hadir di Pulau Nias, yang merupakan kawasan pantai sebelah barat Pulau Sumatra. Setelah sebelumnya sempat dibangun Simeleu, Natuna dan terakhir di kota Gunung Sitoli (Nias), layanan internet berkecepatan tinggi ini kembali hadir di Teluk Dalam (Nias), yang sekaligus membebaskan masyarakat di lokasi tersebut dari keterisoliran layanan internet. Pembangunan infrastrukur Speedy di Teluk Dalam ini juga semakin mengukuhkan komitmen Telkom Divre I Sumatra mewujudkan obsesi “Sumatra Pulau Digital”.
Peresmian beroperasinya infrastruktur layanan Speedy ini ditandai dengan penekanan tombol komputer oleh Dewan Komisaris PT Telkom P. Sartono, bertepatan dengan diperingatinya HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 63. Turut menyaksikan peresmian tersebut, diantaranya Executive General Manager Telkom Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin, GM Kandatel Sumut, Syaiful Kamal dan Bupati Nias Selatan, Fabowosa Laia, SH MH setelah sebelumnya mereka disambut dengan tari-tarian selamat datang, penyerahan cenderamata dan penyematan pakaian adat Nias Selatan.
Sartono dalam sambutannya menyebutkan kehadiran internet sangat membantu dalam upaya mendorong kecerdasan generasi muda dan memajukan ekonomi masyarakat. Dengan teknologi ini, masyarakat Teluk Dalam bisa mengenalkan potensi daerahnya sehingga dikenal oleh daerah lain bahkan masyarakat global, baik berupa pariwisata alam, kesenian maupun sumber daya alam. Memaknai Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan, maka hadirnya layanan Speedy juga sebuah kebebasan dan pelepasan bagi masyarakat Teluk Dalam untuk akses internet melalui layanan Speedy.
Melihat upaya yang sudah dilakukan Telkom dalam membangun Pulau Nias, Sartono mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan menggunakan produk TelkomGroup, sebagai BUMN satu-satunya milik negara, baik berupa layanan Flexi, Speedy dan Telkomsel. Ditambahkannya, Telkom juga terus membangun infrastruktur Speedy di seluruh Indonesia yang hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 1, 4 Juta SSL (Satuan Sambungan Layanan).
Dari hasil survey yang dilakukan ITU (International Telecommunication Union) disebutkan bahwa setiap terjadi peningkatan layanan telekomunikasi sebesar 1 % mampu mendorong peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat sebesar 3 %.
Menyadari pentingnya sarana telekomunikasi dalam meningkatkan mobilitas, daya saing dan kesejahteraan masyarakat tersebut, maka Telkom sebagai flag carrier berupaya terus meningkatkan teledensitas seluruh layanannya di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Sumatra meski wilayah-wilayah tersebut berada dilokasi terpencil sekalipun.
”Telkom akan terus menggelar infrastruktur telekomunikasi di seluruh Sumatra meskipun kalau dilihat secara ekonomis sebenarnya belum atau tidak layak secara bisnispun. Namun karena pertimbangan menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan pembangunan daerah terpencil/tertinggal inilah maka pembangunan infrastruktur seperti itu tetap dilakukan sebagai bagian dari corporate social responsibility.
Langkah yang sudah ditempuh Telkom saat ini sangat sejalan dengan semangat peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang berthemakan ” DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, KITA LANJUTKAN PEMBANGUNAN EKONOMI MENUJU PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, SERTA KITA PERKUAT KETAHANAN NASIONAL MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL”.
Infrastruktur Telekomunikasi Teluk Dalam
Untuk meningkatkan akselerasi pembangunan ekonomi di daerah di seluruh Sumatra, maka pembangunan infrastruktur Information & Communication Technology/ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai infrastruktur dasar harus dipercepat guna memenuhi kebutuhan akan layanan komunikasi yang berkualitas.
Di Teluk Dalam, saat ini jumlah pelanggan telpon rumah yang dibangun sejak tahun 2006 telah mencapai 351 SST (Satuan Sambungan Telepon) dari jumlah kapasitas terpasang sebesar 480 SST. Di lokasi ini Telkom sejak tahun 2005 juga telah mengoperasikan layanan Flexi, sebuah layanan telepon wireless berbasis CDMA (Code Division Multiple Access).
Dan sekarang, mengingat internet sebagai teknologi baru dibidang ICT diyakini mampu mendorong kecerdasan dan daya saing masyarakat, Telkom-pun segera melakukan pembangunan infrastuktur Speedy (Internet Broadband Access) di seluruh Sumatra, termasuk di Teluk Dalam yang siap dioperasikan sejak 5 Juli 2008 lalu dengan kapasitas 96 port. Infrastruktur Speedy sebelumnya juga sudah dibangun di Gunung Sitoli yang juga memiliki kapasitas sebanyak 96 port.
Meski produk ini relatif masih sangat baru, namun masyarakat Gunung Sitoli dan Teluk Dalam memberikan respon sangat positif terhadap layanan ini. Hingga kini jumlah pelanggan Speedy di Gunung Sitoli sebanyak 90 SSL (Satuan Sambungan Layanan) sedangkan di Teluk Dalam kini baru mencapai 43 SSL.
Dengan adanya kelengkapan infrastruktur dan penguasaan ICT seperti ini diharapkan akan terjadi arus informasi yang cepat di dalam masyarakat Teluk Dalam, yang selanjutnya akan bisa menstimulus usaha kecil, menengah dan besar dalam melakukan transaksi bisnis, baik lokal, regional bahkan internasional. Melalui penguasaan ICT pula diharapkan akan meningkatkan kecerdasan dan daya saing masyarakat Indonesia, khususnya di masyarakt Teluk Dalam diantara masyarakat lain di Indonesia dan masyarakat dunia.
Program Sumatra Pulau Digital
Meski internet memiliki peran penting dalam meningkatkan kecerdasan dan daya saing masyarakat namun pada kenyataannya tingkat penggunaan terhadap teknologi baru ini masih sangat rendah, berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik), dari total penduduk sekitar 48 Juta jiwa di Sumatra baru sekitar 5 juta (10,4 %) adalah pengguna internet potensial. Dari jumlah pengguna potensial tersebut yang betul-betul sudah menggunakan sekitar hanya 4 juta (8, 3 %), dan yang sudah menjadi pelanggan internet baru 120 ribu (0, 25 %).
Disini terlihat bahwa masyarakat Sumatra yang “melek” internet masih minim (8.3%), sedangkan dari mereka yang sudah menjadikan internet dalam keseharian (pelanggan) baru sebesar 0.25%. Dengan kondisi seperti inilah, maka tidak ada jalan lain selain meningkatkan kesiapan infrastruktur Speedy Speedy secepat-cepatnya di seluruh Sumatra serta dan melakukan edukasi terhadap mereka sehingga paham, mengerti dan terbiasa menggunakan internet.
Seiring dengan Program Sumatra Pulau Digital, Telkom Divre I terus mengembangkan infrastruktur layanan Speedy (internet broadband access) baik menggunakan kabel, teknologi akses satelit VSAT IP ataupun IDR, termasuk pembangunan fasilitas TelkomHotspot di seluruh Sumatra.
Hingga kini, dari jumlah seluruh STO (Sentral Telepon Otomat) Sumatra sebanyak 347 STO, 90 % nya sudah terlayani Speedy, sedangkan dari sisi pelanggan sudah mencapai 90 ribu SSL (Satuan Sambungan Layanan). “Diharapkan sampai akhir tahun bisa dicapai sebanyak 150 ribu pelanggan”.
Sementara itu, Telkom juga membangun TelkomHotspot di seluruh Sumatra. Jumlah TelkomHotspot yang sudah seluruhnya mencapai 1.020 titik TelkomHotspot, diantaranya berada di Aceh sebanyak 73 titik, Medan 83 titik, Sumatra Utara 40 titik, Sumatra Barat 77 titik, Riau Daratan 161 titik, Riau Kepulauan 208 titik, Sumatra Bagian Selatan 250 titik dan Lampung 128 titik. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan hingga 5.000 titik TelkomHotspot sampai akhir 2008
Disamping penyediaan infrastruktur, Telkom juga terus melakukan edukasi terhadap seluruh masyarakat melalui Program Education For Tomorrow. Dalam Program tersebut, Telkom saat ini sudah melakukan edukasi terhadap lebih dari 480.000 siswa dari seluruh target 1 juta siswa/mahasiswa yang diharapkan bisa tuntas pada pertengahan tahun 2009.
Bantuan 2 unit perangkat komputer
Untuk mempercepat edukasi dan sejalan dengan program Education for Tomorrow (E4T), pada saat yang sama Telkom juga memberikan berbagai bantuan sarana pendidikan, khususnya perangkat komputer kepada berbagai komunitas termasuk komunitas pendidikan (sekolah, perguruan tinggi dll). Bertepatan dengan peresmian Speedy di kota Teluk Dalam, Telkom memberikan 2 set komputer lengkap kepada dua sekolah yang ada di Teluk Dalam – Nias Selatan. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Dewan Komisaris Telkom, P. Sartono kepada pimpinan kedua sekolah tersebut
Program Sumatra Pulau Digital yang diluncurkan sejak bulan Mei tahun 2007 hasilnya nampak menggembirakan, yang ditandai dengan terjadinya pertumbuhan pelanggan Speedy yang sangat signifikan. ” Saat ini sudah ada sebanyak lebih dari 90.000 SSL pelanggan Speedy dan sekitar 70.000 user telkomnet instan di Sumatra dan jumlah itu dipastikan akan terus bertambah seiring dengan program penetrasi pasar dan edukasi yang gencar dilakukan Telkom. @awal
Hari ini Ulang Tahun saya yang istimewa

Kita Baru Bisa Teriak Merdeka, Belum Menikmatinya
Bendera merah putih berkibaran di mana-mana. Ratusan juta orang merayakannya dengan aneka aktivitas. 63 tahun sudah usia proklamasi kemerdekaan bangsa ini. Sebuah usia yang sangat matang. Namun ironisnya, bangsa ini tengah meluncur ke jurang kebinasaan yang dalam.Amien Rais mengatakan jika sekarang ini jutaan anak usia sekolah tidak bisa mengenyam pendidikan gara-gara biaya yang mahal, banyak orang bunuh diri akibat putus asa menjalani hidup yang terus dirasakannya menghimpit otaknya, jutaan anak berkeliaran di persimpangan jalan, banyak terjadi antrean untuk sekadar beli minyak tanah, nyaris seluruh kekayaan alam negeri ini dikuasai asing, dan sebagainya.
“Kita baru bisa teriak merdeka, namun belum bisa menikmatinya!” demikian Amien dalam iklan layanan masyarakatnya.
Kenyataan ini sungguh menyakitkan melihat para pejabat negeri ini bisa hidup mewah setelah menjabat. Korupsi dijadikan gerakan berjamaah. Kaum tua berlomba-lomba mengikutsertakan anaknya dalam aneka pencarian bakat artis baru dengan nama Idol, AFI, Bintang Dangdut, dan sebagainya. Sedangkan para orangtuanya sendiri berlomba-lomba membuat foto diri besar-besar dan mencalonkan diri dalam pilkada. Kata anak muda sekarang: Narsis!
Bendera-bendera partai dicetak jutaan eksemplar, iklan dibuat di radio dan teve dengan dana ratusan miliar rupiah, pertemuan-pertemuan diselenggarakan, panggung-panggung hiburan dibangun, segalanya menghabiskan uang dalam jumlah yang fantastis. Ketika berkuasa, maka dengan sendirinya hal yang paling utama dilakukannya adalah balikin modal. Dan agenda kedua adalah menghimpun modal sebagai persiapan lima tahun ke depan. Bagaimana dengan segala janji-janjinay kepada rakyat? Ya disimpan rapat-rapat dan dikeluarkannya lagi lima tahun mendatang. Janji tinggalah janji. Dan rakyat lagi-lagi dibodohi.
Memang ada yang salah dengan semua itu. Sebab itu Amien Rais menyerukan agar semua anak bangsa ini bisa segera sadar dan bertobat untuk secepatnya menyelamatkan bangsa ini yang tengah berlari menuju jurang yang sangat dalam.(rd)
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8818082353-kita-baru-bisa-teriak-merdeka-belum-menikmatinya.htm?prev
Rabu, 20 Agustus 2008
Tips hemat berkomunikasi


Sekarang begitu banyak operator telco yang beroperasi di kota kita. Jangan bingung untuk memilihnya. Ini Tips-nya yaitu 4 C
1. Customer base
2. Coverage
3. Cost
4. Channel / Distribusi
1. Customer base
Sekarang ini operator telco berlomba-lomba memberikan tarif/pricing yang murah bahkan murah sekaliiii. Eit jangan salah pilih, mereka memberikan pricing yang murah hanya untuk On Net (sesama pelanggan satu operator saja). Kenapa bisa murah, karena bila kita berkomunikasi dalam satu operator maka tidak dikenakan biaya interkoneksi. Makanya kita pilih operator telco yang mempunyai customer base yang banyak. Untuk Seluler Telkomsel punya Customer base yg terbanyak = 55 juta (akhir Juli 2008), sedangkan untuk Fixed Wireless Telkom Flexi juga punya Customer Base yg terbanyak = 7 juta.
2. Coverage
Percuma bila kita pilih operator X yang punya tariff murahhhh, tapi hanya punya BTS / ada sinyal di kota-kota besar saja atau hanya ada di Pulau Jawa. Kalau kita jalan ke kota-kota lain yg nggak ada sinyalnya, nggak ada gunanya deh punya hape. Untuk apa tariff murah kalau nggak ada sinyalnya. Makanya kalau beli hape, sinyalnya dibeli juga dong…he..he
3. Cost
Pelanggan telepon di Indonesia termasuk yang price sensitive artinya sangat peka terhadap harga yang murah, sehingga kadang-kadang nggak rasional. Ada produk baru muncul tariff / pricng murah hanya On Net. Eh ..dibeli juga padahal komunitasnya / kawan gaulnya nggak ada yang pake produk tsb. Alhasil jadi mahal juga deh cost-nya.
4.Channel / Distribusi
Yang dimaksud disini adalah kemudahan kita untuk mendapatkan produk baik Starter Pack ataupun Voucher. Kalau Channelnya susah atau nggak tersebar di pelosok-pelosok, khan repot juga bila pulsa hape kita lagi habis…
Nah dari 4C ini mana yang harus dipilih…, tentu saja nggak bisa dipilih salah satu saja. 4C tersebut menjadi kesatuan untuk memilih kartu seluler atau fixed wireless. Saran gue sih sebaiknya kita punya 2 kartu telepon yaitu Seluler dan CDMA. Tentu saja pilih yang Customer basenya banyak dan coveragenya luas, dengan demikian Costnya pasti murah…
Untuk Seluler, pilih saja Telkomsel dan Fixed Wireless Pilih saja Telkom Flexi
Ngapain punya dua, ini alasannya : kekuatan Seluler khan nomornya nggak perlu ganti meskipun pindah kota, sedangkan kekuatan Fixed Wireless tentu saja tariff/pricingnya yang murah.
Gimana biar hemat, kapan digunakan Telkomsel dan kapan Flexi ?
Telkomsel kita gunakan untuk menerima panggilan bila sedang mobile berpindah kota, sedangkan bila sudah di dalam kota gunakan saja Flexi yang sudah di-Combo untuk bertelepon.
Sekarang ada cara mudah untuk Combo : call *777*kode area# (contoh *777*021# bila Combo Jakarta).
Oke Selamat berkomunikasi dengan hemat...
Telkom Flexi...bukan telepon biasa
Selasa, 19 Agustus 2008
Fight Like A Tiger, Win Like A Champion (introduction)

Fight Like A Tiger, Win Like A Champion adalah sebuah buku yang mengupas secara all-out bagaimana seseorang menemukan langkah-langkah yang pasti menuju kesuksesan. Apakah pada saat ini Anda telah menekuni pekerjaan yang paling Anda senangi? Apakah Anda memiliki suatu keyakinan yang posistif terhadap masa depan ? Apaka Anda masih terbelenggu dengan batasan-batasan yang menahan laju kesuksesan Anda ? Semua pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh miliaran manusia di muka bumi ini.
Buku ini memberikan tips-tips sederhana namun bertenaga dahsyat agar dapat langsung dipraktekan dan mendapatkan hasil yang tidak penah terbayangkan sebelumnya. Delapan Prinsip Kesuksesan dalam buku ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana membangun sikap yang positif, bagaimana memiliki mimpi yang besar, bagaimana menemukan karier yang Anda cintai, bagaimana memompa motivasi dari dalam secara terus menerus, bagaimana mengubah kegagalan menjadi kemenangan, bagaimana mengambil tindakan yang berubah, bagaimana memiliki 100% champion mindset, dan bagaimana menjadi juara sejati dalam hidup ini.
Setiap bab menyuguhkan siraman cerita-cerita motivasi dan prinsip-prinsipyang menggugah pikiran Anda dan dorongan untuk pengambilan tindakan yang besar sampai tercapainya tujuan hidup Anda. Setiap prinsip akan membakar jiwa Anda dalam memacu Anda untuk menggapai mimpi Anda. Jika Anda ingin menjadi seoran juara, bersiaplah untuk Fight like a Tiger dan Win Like a Champion.
Buku ini berisi 8 Kekuatan dahsyat Meraih Sukses Sejati, yang akan dibagi ke dalam 4 jilid. Semoga buku ini dapat menggugah batin kita dan memberikan percikan api agar tangki semangat kita dapat terus berkobar guna meraih kesuksesan yg didambakan. Mari kita memulai perjalanan kesuksesan yg didambakan menuju sukses yang emnantang dengan menerapkan setiap prinsip di dalam buku ini agar kita siap untuk bertarung bagai harimau dan meraih kemenangan sebagai juara sejati.
8 Kekuatan Dahsyat Meraih Sukses Sejati
Disarikan dari Buku Fight Like A Tiger, Win Like A Champion
Darmadi Darmawangsa
The Master of Motivation
& Imam Munadhi
Managing Partner of The PowerInside
Penerbit PT. Elex Media Komputindo
Indonesia, Belum Merdeka Sepenuhnya...

Jakarta - Meski sudah 63 tahun Indonesia diakui kemerdekaannya, namun siapa bilang Indonesia telah merdeka sepenuhnya..."Kami sudah lima puluh tahun belum merdeka," demikian Muhammad Albar mengekspresikan kekesalannya ketika ditemui detikINET di kediamannya, di pulau Balakbalakan, Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu.Pria berusia 42 tahun, yang mengepalai desa terpencil di sebuah pulau kecil yang terhimpit antara Sulawesi dan Kalimantan ini, mengaku sedih karena daerah seperti yang ditempatinya kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat. "Kami seperti anak tiri."Kesedihan Albar mungkin mencerminkan keresahan desa-desa terpencil lainnya. Desa di Pulau Balakbalakan merupakan satu dari 38.500 desa di Indonesia yang masih terisolir sarana telekomunikasi. "Dulu, untuk makan saja sulit, apalagi untuk telekomunikasi," paparnya. "Namun, setelah telepon masuk ke desa ini, kami jadi lebih mudah."Lebih mudah tentunya, karena warga pulau Balakbalakan tinggal di sebuah pulau yang dikelilingi lautan ganas. Tak mudah untuk mencari informasi atau sekadar mencari hiburan. Untuk itu, warga harus keluar terlebih dulu dari pulau dan mengarungi 8 jam perjalanan menggunakan kapal boat ke Balikpapan sebagai tujuan terdekat.Jadi, sudah pasti dengan adanya sarana telekomunikasi akan sangat menghemat perjalanan, selain tentunya jadi lebih aman. Dengan adanya sarana telekomunikasi, ekonomi daerah dipercaya akan ikut tumbuh seiring kian mudah dan murahnya informasi bergulir. Namun sekali lagi, sayangnya masih banyak daerah belum merdeka dari keterisoliran telekomunikasi.Nah, pembangunan sarana telekomunikasi di Balakbalakan dan desa-desa terpencil lainnya, seharusnya digarap oleh pemerintah dalam bentuk layanan publik Universal Service Obligation (USO). Namun sayang, program mulia ini belum bisa berjalan karena terganjal kasus hukum.Alhasil, daripada menunggu lama, sejumlah operator telekomunikasi pun tak sabar untuk turun tangan. Setelah Telkomsel coba menembus daerah terpencil, perbatasan, dan bahari melalui program Merah Putih, kabarnya Excelcomindo Pratama (XL) juga akan ikut merambah daerah kecil tersebut, meski masih dalam lingkup terbatas. Merasa terbantu, pemerintah pun menyambut hangat dan mendorong operator lainnya untuk mengikuti jejak serupa. Sudah 63 tahun Indonesia merdeka. Tapi, apa artinya kalau saudara kita di 38.500 desa masih merasa belum.. ( rou / rou )
http://www.detikinet.com/read/2008/08/17/170659/990143/328/indonesia-belum-merdeka-sepenuhnya
Minggu, 17 Agustus 2008
Telkomnet Instan turun harga
Udah pada tau belum kalau Telkomnet Instan (TeNI) turun harga...
Sekarang hanya Rp. 1000,- per jam
Pricing ini berlaku di wilayah Sumatra dari jam 8 malam s/d jam 8 pagi
weleh weleh murah banget ...
manfaatkan deh....
Kalau mau yang broadband, pake aja Speedy....
Kamis, 07 Agustus 2008
THE WINNER VS THE LOSER
The Loser is always part of the problem
The Winner says,”Let me do it for you”.
The Loser says,”That’s not my job”.
The Winner see an answer for every problem
The Loser see a problem in every answer.
The Winner goes through a problem
The Loser goes around a problem and never gets to it
The Winner says,”It may be difficult, but it’s possible”
The Loser says,”It may be possible, but it’s too difficult”.
The Winner thinks,”I’m good but not as good as I should or could be”.
The Loser thinks,”I’m not as bad as some of the others”.
The Winner makes commitment
The Loser makes promises
The Winner focuses the gain
The Loser focuses the pain
The Winner is like a thermostat
The Loser is like a thermometer
The Winner makes it happen
The Loser let it happen
(Author Unknown)
Rabu, 06 Agustus 2008
IF YOU BELIEVE YOU CAN, YOU CAN

Motivation Story
“Jika Anda Yakin bahwa Anda Bisa, Anda Pasti Bisa!”Itulah salah satu pernyataan terkenala yang diucapkan oleh seorang penulis buku laris, Dr. Denis Waitley. Saya kagum kepada orang yang berkata,”Saya yakin berhasil.” Walaupun seringkali kesuksesan telah berada persis di hadapan kita, kesuksesan itu dapat tiba-tiba berubah menjadi kegagalan oleh karena factor-faktor yang tidak dapat kita kendalikan. Bagaimanakah lagi jika seseorang menyatakan,”Saya yakin gagal,” sebelum ia mencoba? Jika refleksi kata-kata seperti ini yang timbul maka hal ini akan sangat mempengaruhi keyakinannya.
Kebanyakan manusia yang tidak berani mencoba atau ragu-ragu untuk melakukan sesuatu bersumber dari kurangnya rasa percaya diri (self confidence) pada diri mereka. Alfred Adler, seorang ahli psikoterapi dunia mengatakan bahwa pria dan wanita memiliki kecenderunganpribadi untuk merasa rendah diri dan kurang mampu. Oleh karena kurangnya rasa percaya diri, lack of self confidence, maka kita tidak akan berpikir bahwa kita mampu melakukan hal hebat yang pernah dilakukan oleh orang lain; dan targisnya dalam beberapa kasusu, kita bahkan tidak berani mencoba.
Breaking the Limit
Merupakan suatu keyakinan umum selama hamper beratus-ratus tahun bahwa mustahil seseorang dapat berlari sepanjang satu mi (1 mil = 1,6 km) dalam waktu kurang dari empat menit. Pelatih tim Olimpiade Atletik Inggris pada tahun 1903 pernah mengatakan,”Rekor lari satu mil adalah empat menit 12,75 detik. Rekor ini tidak mungkin lagi terpecahkan.” Namun pada tanggal 6 Mei 1954, Roger Banister membuktikan kepada seluruh dunia bahwa keyakinan tersebut tidak benar. Roger Banister yakin bahwa dia mampu menembus batasan tersebut. Dengan keyakinan positif ini, ia mulai mencari berbagai strategi untuk melampaui batas maksimal tersebut. Akhirnya sampailah ia pada suatu teknik dengan menaruh empat pelari masing-masing pada setiap jarak seperempat mil. Ternyata usahanya tidak sia-sia, Roger dapat berlari menembus batas manusia dengan berlari dalam waktu 3 menit 59 detik. Banyak yang telah mengetahui cerita ini, etapi tidak banyak yang mengetahui bahwa dalam waktu 30 hari setelah rekor dipecahkan, 32 orang telah mampu berlari di bawah empat menit.
Cerita Roger Banister ini menunjukkan kepada kita betapa dahsyatnya kekuatan keyakinan, dan kedahsyatannya sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Batasan empat menit tidak dapat dipecahkan sebelum Roger Banister, bukan karena keetrbatasan manusia secara fisik tetapi lebih dikarenakan keterbatasan manusia terhadap keyakinannya dan kurangnya percaya diri bahwa rekor tersebut mampu dipecahkan. If other people can do it, you can do it.
Jumat, 01 Agustus 2008
TELKOM LUNCURKAN FLEXI MESRA
Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi : Eddy Kurnia Vice President Public and Marketing Communication PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Tel. 62-22-4527455 Fax. 62-22-4521411 Email : eddy_k@telkom.co.id Website : www.telkom.co.id
Kamis, 31 Juli 2008
Sukses 1000 BLOG Pelajar, Telkom lampung raih Rekor MURI

Sumber : 810089 (Nudyasari Maharani) - DIV
Kisah 2 anak Super di Jembatan Penyeberangan
Siang ini awal Mei 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia kecil super ,mereka memang hanya mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan Gatot Subroto depan DIVRE II ( Hotel Kartika Chandra ), dua sosok anak kecil berumur kira-kira sembilan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.Saat aku menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka denganucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap ter-onggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .Setengah jam kemudian saya melewati kembali tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggelayut langit Jakarta." Terima kasih banyak ya mbak...., semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah ." Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter." Oom boleh tukar uang sepuluh ribuan dgn receh nggak ?" suaranya mengingatkan kepada keponakan lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian makan siang sebesar empat ribu rupiah ." Nggak punya dik , hanya ada empat ribu " jawab saya , lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.Anak ini terbengong sebentar kemudian ia menyambar uang empat ribu saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang "Dik , ...sudah buat adik saja , nggak apa-apa ambil saja !", namun mereka bersikeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , baru ada empat ribu , nanti kalau mbak lewat sini lagi saya kembalikan kekurangannya !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om, bisa tunggu sebentar ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !"." eeh ....nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak kecil yang satunya ,"Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar saja kok "" Nggak apa apa dik , itu buat adik-adik saja " Lanjut saya" jangan ..jangan Om , itu uang om dan mbak yang tadi " anak itu bersikeras" Sudah ..saya Ikhlas kok , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha menenangkan , namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat kembali, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya." Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue" Buat apa ?" saya terbengong" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak.Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah."Terima kasih ya Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi entar kita kasihkan..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.Ya Allah SWT .. Hari ini saya malu dibuatnya dan telah belajar dari dua manusia kecil super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh ... sangat tersentuh......, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra.... seindah mutiara ...., mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dan bekerja dengan berdagang Tissue.Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.Saya kini lebih dapat membandingkan keserakahan umat manusia , yang kadang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizkinya."Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak , termasuk kejujuran didalamnya"Semoga pengalaman nyata tersebut mampu menggugah saya dan Sahabat lainnya untuk dapat menjadi manusia yang lebih SUPER.
djoko sardjono