Kamis, 31 Juli 2008

Sukses 1000 BLOG Pelajar, Telkom lampung raih Rekor MURI


Tepat pada pukul 15.00 wib Kamis kemarin (24/7), Telkom Kandatel Lampung berhasil menyumbangkan satu penghargaan bergengsi dari Lembaga Museum Rekor Indonesia (MURI), atas penyelenggaraan Lomba 1.000 Blog Pelajar Lampung. Berlangsung di Perguruan Tinggi Darmajaya Lampung, sebagai tempat penyelenggaraan lomba, Piagam penghargaan MURI ini secara resmi diserahkan langsung oleh dari Ka Infokom Adeham, mewakili Gubernur Propinsi Lampung, kepada EGM Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin, yang turut didampingi oleh GM Kandatel Lampung Teguh Irwandi. Dalam sambutannya, EGM Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa selain sebagai wadah kreatifitas yang sangat positif, lomba blog yang diikuti oleh 1.010 pelajar dari 100 SD, SLTP dan SLTA se Propinsi Lampung ini juga sekaligus bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para generasi muda akan perkembangan teknologi informasi. Melalui visi besar Sumatra Pulau Digital, Telkom Sumatra secara konsisten memang terus berupaya memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat, khususnya para pelajar, untuk mengakses internet, sebagai media berinteraksi, membuka wawasan yang seluas-luasnya dan berkreasi sesuai eksistensi jiwa muda mereka. Atas dasar kepedulian terhadap masa depan bangsa ini pula, di tahun 2008 Telkom Sumatra memiliki satu komitmen untuk mengupayakan 1 Juta pelajar paham dan mengerti internet. Dan penyelenggaraan lomba blog ini merupakan salah satu upaya nyata untuk memenuhinya, ujarnya.Tidak hanya itu, dikatakan Awaluddin bahwa concern Telkom Sumatra dalam menekan kesenjangan digital yang ada antara anak bangsa kita dengan bangsa lain, juga menjadi landasan bagi Telkom Lampung untuk menjalin kesepakatan dengan Dinas Pendidikan Propinsi Lampung, untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan Program The Future Cyber School. Melalui program ini, sejak tangal 27 April 2008 kemarin Diknas dan Kandatel Lampung terus berupaya membangun komunitas-komunitas sekolah digital yang dilengkapi dengan web portal sekolah, hingga dapat saling berinteraksi serta membangun informasi seputar sekolah dengan lebih komprehensif. Sampai saat ini setidaknya sudah ada 100 sekolah yang bergabung dalam program ini, jelas Awaluddin. Sementara itu, pada kesempatan yang sama GM Kandatel Lampung Teguh Irwandi juga menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) dengan ZA Abdulah Yus dari pihak Perguruan Tinggi Darmajaya, dalam hal penyelenggaraan Pelatihan Teknologi Informasi dan komunikasi untuk meningkatkan Mutu Pendidikan dan kualitas SDM di Propinsi Lampung. Kesepakatan ini mendapat dukungan penuh dan disaksikan langsung oleh Kadiknas Propinsi Lampung. Mewakili Kadiknas Lampung, Sitorus menyatakan harapannya agar berbagai program pendidikan yang diselenggarakan Telkom Lampung ini dapat mendorong peningkatan mutu dan daya saing penyelenggaraan pendidikan di wilayah Lampung. Khususnya untuk Lomba Blog yang berhasil mereaih penghargaan MURI, Sitorus juga menyampaikan apresiasinya kepada Telkom Lampung dan berharap agar ke depan para pelajar Lampung dapat semakin termotivasi untuk beraktivitas dan berkreasi secara positif. Sukses dengan penyelenggaraan program 1000 Blog Pelajar, GM Kandatel Lampung Teguh Irwandi menegaskan bahwa Telkom Lampung akan terus memberikan yang terbaik, khususnya untuk pengembangan implementasi ICT di kalangan pelajar. Sangat bangga dengan penghargaan MURI yang didapatkan, Teguh juga mengatakan bahwa prestasi ini tidak akan dapat terwujud tanpa dukungan dari Diknas Propinsi Lampung, Perguruan Tinggi Darmajaya, mitra Alam Prima Komputer atas kesediaannya menyediakan 100 unit laptop, dan khususnya bagi seluruh pelajar yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan lomba ini. Ini menjadi satu bukti nyata bahwa Lampung memiliki pelajar-pelajar yang hebat dan bisa dibanggakan di Indonesia, ujar Teguh.Mewakili lembaga MURI, salah satu tim Juri Ngadri menjelaskan bahwa pencatatan Rekor 1000 Blog Pelajar ini masuk kategori Original karena prestasi ini belum pernah tercatat sebelumnya di rekor MURI. Selain memberikan piagam penghargaan, MURI juga secara khusus menyatakan apresiasinya atas kepedulian Telkom dalam membangkitkan semangat pendidikan bagi generasi mendatang. Di kali pertama, sebanyak 1.010 siswa mendaftar lomba blog ini. Semakin ke depan, minat pelajar untuk mengenal teknologi internet akan semakin besar, dan ini merupakan satu hal yang luar biasa, ujarnya. Setelah berlangsung selama 180 menit, Lomba Blog 1000 pelajar Lampung yang terbagi dalam 3 kategori peserta yaitu SD, SMP dan SMA ini menghasilkan 15 orang pemenang. Dengan kriteria tercepat dalam meng create sebuah blog, terbaik dalam mengisi content dan mendesain blog, ke 15 pemenang mendapat hadiah dari Telkom Lampung berupa trophy, sertifikat, uang tunai dengan total nilai Rp. 3 Juta, serta beragam hadiah hiburan. Selain itu, khusus bagi pemenang dari tingkat SMA juga mendapat tambahan voucher pendidikan sebesar Rp. 13 Juta dari Perguruan Tinggi Darmajaya. Sukses terus dalam berprestasi Telkom Lampung, dan salam Strive Sumatra for Winning 2008!(syahrial/ari/ayi)
Sumber : 810089 (Nudyasari Maharani) - DIV

Kisah 2 anak Super di Jembatan Penyeberangan

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki kita mengarungi untuk coba taklukkan ibukota negeri ini. Semoga kita selalu diingatkan?.Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :
Siang ini awal Mei 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia kecil super ,mereka memang hanya mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan Gatot Subroto depan DIVRE II ( Hotel Kartika Chandra ), dua sosok anak kecil berumur kira-kira sembilan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.Saat aku menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka denganucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap ter-onggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .Setengah jam kemudian saya melewati kembali tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggelayut langit Jakarta." Terima kasih banyak ya mbak...., semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah ." Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter." Oom boleh tukar uang sepuluh ribuan dgn receh nggak ?" suaranya mengingatkan kepada keponakan lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian makan siang sebesar empat ribu rupiah ." Nggak punya dik , hanya ada empat ribu " jawab saya , lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.Anak ini terbengong sebentar kemudian ia menyambar uang empat ribu saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang "Dik , ...sudah buat adik saja , nggak apa-apa ambil saja !", namun mereka bersikeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , baru ada empat ribu , nanti kalau mbak lewat sini lagi saya kembalikan kekurangannya !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om, bisa tunggu sebentar ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !"." eeh ....nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak kecil yang satunya ,"Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar saja kok "" Nggak apa apa dik , itu buat adik-adik saja " Lanjut saya" jangan ..jangan Om , itu uang om dan mbak yang tadi " anak itu bersikeras" Sudah ..saya Ikhlas kok , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha menenangkan , namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat kembali, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya." Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue" Buat apa ?" saya terbengong" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak.Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah."Terima kasih ya Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi entar kita kasihkan..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.Ya Allah SWT .. Hari ini saya malu dibuatnya dan telah belajar dari dua manusia kecil super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh ... sangat tersentuh......, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra.... seindah mutiara ...., mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dan bekerja dengan berdagang Tissue.Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.Saya kini lebih dapat membandingkan keserakahan umat manusia , yang kadang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizkinya."Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak , termasuk kejujuran didalamnya"Semoga pengalaman nyata tersebut mampu menggugah saya dan Sahabat lainnya untuk dapat menjadi manusia yang lebih SUPER.

djoko sardjono