Kamis, 21 Agustus 2008

Teluk Dalam, We are coming !



Layanan Speedy Broadband Access kini kembali hadir di Pulau Nias, yang merupakan kawasan pantai sebelah barat Pulau Sumatra. Setelah sebelumnya sempat dibangun Simeleu, Natuna dan terakhir di kota Gunung Sitoli (Nias), layanan internet berkecepatan tinggi ini kembali hadir di Teluk Dalam (Nias), yang sekaligus membebaskan masyarakat di lokasi tersebut dari keterisoliran layanan internet. Pembangunan infrastrukur Speedy di Teluk Dalam ini juga semakin mengukuhkan komitmen Telkom Divre I Sumatra mewujudkan obsesi “Sumatra Pulau Digital”.
Peresmian beroperasinya infrastruktur layanan Speedy ini ditandai dengan penekanan tombol komputer oleh Dewan Komisaris PT Telkom P. Sartono, bertepatan dengan diperingatinya HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 63. Turut menyaksikan peresmian tersebut, diantaranya Executive General Manager Telkom Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin, GM Kandatel Sumut, Syaiful Kamal dan Bupati Nias Selatan, Fabowosa Laia, SH MH setelah sebelumnya mereka disambut dengan tari-tarian selamat datang, penyerahan cenderamata dan penyematan pakaian adat Nias Selatan.
Sartono dalam sambutannya menyebutkan kehadiran internet sangat membantu dalam upaya mendorong kecerdasan generasi muda dan memajukan ekonomi masyarakat. Dengan teknologi ini, masyarakat Teluk Dalam bisa mengenalkan potensi daerahnya sehingga dikenal oleh daerah lain bahkan masyarakat global, baik berupa pariwisata alam, kesenian maupun sumber daya alam. Memaknai Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan, maka hadirnya layanan Speedy juga sebuah kebebasan dan pelepasan bagi masyarakat Teluk Dalam untuk akses internet melalui layanan Speedy.
Melihat upaya yang sudah dilakukan Telkom dalam membangun Pulau Nias, Sartono mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan menggunakan produk TelkomGroup, sebagai BUMN satu-satunya milik negara, baik berupa layanan Flexi, Speedy dan Telkomsel. Ditambahkannya, Telkom juga terus membangun infrastruktur Speedy di seluruh Indonesia yang hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 1, 4 Juta SSL (Satuan Sambungan Layanan).
Dari hasil survey yang dilakukan ITU (International Telecommunication Union) disebutkan bahwa setiap terjadi peningkatan layanan telekomunikasi sebesar 1 % mampu mendorong peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat sebesar 3 %.
Menyadari pentingnya sarana telekomunikasi dalam meningkatkan mobilitas, daya saing dan kesejahteraan masyarakat tersebut, maka Telkom sebagai flag carrier berupaya terus meningkatkan teledensitas seluruh layanannya di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Sumatra meski wilayah-wilayah tersebut berada dilokasi terpencil sekalipun.
”Telkom akan terus menggelar infrastruktur telekomunikasi di seluruh Sumatra meskipun kalau dilihat secara ekonomis sebenarnya belum atau tidak layak secara bisnispun. Namun karena pertimbangan menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan pembangunan daerah terpencil/tertinggal inilah maka pembangunan infrastruktur seperti itu tetap dilakukan sebagai bagian dari corporate social responsibility.
Langkah yang sudah ditempuh Telkom saat ini sangat sejalan dengan semangat peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang berthemakan ” DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, KITA LANJUTKAN PEMBANGUNAN EKONOMI MENUJU PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, SERTA KITA PERKUAT KETAHANAN NASIONAL MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL”.
Infrastruktur Telekomunikasi Teluk Dalam
Untuk meningkatkan akselerasi pembangunan ekonomi di daerah di seluruh Sumatra, maka pembangunan infrastruktur Information & Communication Technology/ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai infrastruktur dasar harus dipercepat guna memenuhi kebutuhan akan layanan komunikasi yang berkualitas.
Di Teluk Dalam, saat ini jumlah pelanggan telpon rumah yang dibangun sejak tahun 2006 telah mencapai 351 SST (Satuan Sambungan Telepon) dari jumlah kapasitas terpasang sebesar 480 SST. Di lokasi ini Telkom sejak tahun 2005 juga telah mengoperasikan layanan Flexi, sebuah layanan telepon wireless berbasis CDMA (Code Division Multiple Access).
Dan sekarang, mengingat internet sebagai teknologi baru dibidang ICT diyakini mampu mendorong kecerdasan dan daya saing masyarakat, Telkom-pun segera melakukan pembangunan infrastuktur Speedy (Internet Broadband Access) di seluruh Sumatra, termasuk di Teluk Dalam yang siap dioperasikan sejak 5 Juli 2008 lalu dengan kapasitas 96 port. Infrastruktur Speedy sebelumnya juga sudah dibangun di Gunung Sitoli yang juga memiliki kapasitas sebanyak 96 port.
Meski produk ini relatif masih sangat baru, namun masyarakat Gunung Sitoli dan Teluk Dalam memberikan respon sangat positif terhadap layanan ini. Hingga kini jumlah pelanggan Speedy di Gunung Sitoli sebanyak 90 SSL (Satuan Sambungan Layanan) sedangkan di Teluk Dalam kini baru mencapai 43 SSL.
Dengan adanya kelengkapan infrastruktur dan penguasaan ICT seperti ini diharapkan akan terjadi arus informasi yang cepat di dalam masyarakat Teluk Dalam, yang selanjutnya akan bisa menstimulus usaha kecil, menengah dan besar dalam melakukan transaksi bisnis, baik lokal, regional bahkan internasional. Melalui penguasaan ICT pula diharapkan akan meningkatkan kecerdasan dan daya saing masyarakat Indonesia, khususnya di masyarakt Teluk Dalam diantara masyarakat lain di Indonesia dan masyarakat dunia.
Program Sumatra Pulau Digital
Meski internet memiliki peran penting dalam meningkatkan kecerdasan dan daya saing masyarakat namun pada kenyataannya tingkat penggunaan terhadap teknologi baru ini masih sangat rendah, berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik), dari total penduduk sekitar 48 Juta jiwa di Sumatra baru sekitar 5 juta (10,4 %) adalah pengguna internet potensial. Dari jumlah pengguna potensial tersebut yang betul-betul sudah menggunakan sekitar hanya 4 juta (8, 3 %), dan yang sudah menjadi pelanggan internet baru 120 ribu (0, 25 %).
Disini terlihat bahwa masyarakat Sumatra yang “melek” internet masih minim (8.3%), sedangkan dari mereka yang sudah menjadikan internet dalam keseharian (pelanggan) baru sebesar 0.25%. Dengan kondisi seperti inilah, maka tidak ada jalan lain selain meningkatkan kesiapan infrastruktur Speedy Speedy secepat-cepatnya di seluruh Sumatra serta dan melakukan edukasi terhadap mereka sehingga paham, mengerti dan terbiasa menggunakan internet.
Seiring dengan Program Sumatra Pulau Digital, Telkom Divre I terus mengembangkan infrastruktur layanan Speedy (internet broadband access) baik menggunakan kabel, teknologi akses satelit VSAT IP ataupun IDR, termasuk pembangunan fasilitas TelkomHotspot di seluruh Sumatra.
Hingga kini, dari jumlah seluruh STO (Sentral Telepon Otomat) Sumatra sebanyak 347 STO, 90 % nya sudah terlayani Speedy, sedangkan dari sisi pelanggan sudah mencapai 90 ribu SSL (Satuan Sambungan Layanan). “Diharapkan sampai akhir tahun bisa dicapai sebanyak 150 ribu pelanggan”.
Sementara itu, Telkom juga membangun TelkomHotspot di seluruh Sumatra. Jumlah TelkomHotspot yang sudah seluruhnya mencapai 1.020 titik TelkomHotspot, diantaranya berada di Aceh sebanyak 73 titik, Medan 83 titik, Sumatra Utara 40 titik, Sumatra Barat 77 titik, Riau Daratan 161 titik, Riau Kepulauan 208 titik, Sumatra Bagian Selatan 250 titik dan Lampung 128 titik. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan hingga 5.000 titik TelkomHotspot sampai akhir 2008
Disamping penyediaan infrastruktur, Telkom juga terus melakukan edukasi terhadap seluruh masyarakat melalui Program Education For Tomorrow. Dalam Program tersebut, Telkom saat ini sudah melakukan edukasi terhadap lebih dari 480.000 siswa dari seluruh target 1 juta siswa/mahasiswa yang diharapkan bisa tuntas pada pertengahan tahun 2009.
Bantuan 2 unit perangkat komputer
Untuk mempercepat edukasi dan sejalan dengan program Education for Tomorrow (E4T), pada saat yang sama Telkom juga memberikan berbagai bantuan sarana pendidikan, khususnya perangkat komputer kepada berbagai komunitas termasuk komunitas pendidikan (sekolah, perguruan tinggi dll). Bertepatan dengan peresmian Speedy di kota Teluk Dalam, Telkom memberikan 2 set komputer lengkap kepada dua sekolah yang ada di Teluk Dalam – Nias Selatan. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Dewan Komisaris Telkom, P. Sartono kepada pimpinan kedua sekolah tersebut
Program Sumatra Pulau Digital yang diluncurkan sejak bulan Mei tahun 2007 hasilnya nampak menggembirakan, yang ditandai dengan terjadinya pertumbuhan pelanggan Speedy yang sangat signifikan. ” Saat ini sudah ada sebanyak lebih dari 90.000 SSL pelanggan Speedy dan sekitar 70.000 user telkomnet instan di Sumatra dan jumlah itu dipastikan akan terus bertambah seiring dengan program penetrasi pasar dan edukasi yang gencar dilakukan Telkom. @awal

Tidak ada komentar: